makasih yang udah mau nyempetin baca blog gue yang aneh ini.. It's Just For Fun :)
<a href=http://zawa.blogsome.com>Zawa Clocks</a>

Jumat, 26 Oktober 2012

dari bahasa kalbuku mengalir deras ke nadi mu yang membuuat ketentraman hati di setiap insan manusia. 




untukmu yang pernah duduk di sampingku
untukmu yng pernah menghiburku
untukmu yang  penuh kehangatan

Etwas fehlt


Ich schwieg
Sehen Sie von meiner Seite gehen
von meiner Seite
Lassen Sie mich, als ob alles
Das noch nie passiert
Nicht mehr müssen Sie denken

Gab es über mich
In deinem Herzen fühlen Sie sich
Warum fühlen Sie sich nicht
Leicht ist es für Sie zu beseitigen
All die Erinnerungen mit mir
Es gab nie die geringste
Ich kann mir vorstellen, wie groß
Liebe, die Sie Pflanze

Bis die Zeit zu Fuß zu erreichen
Du bist in der Lage, mein Herz brechen

Etwas von meinen Gefühlen fehlen
Wer bereits
ich gab dir
Stellt sich heraus, ich weiß nicht, ohne dass Sie meine
Wish you were noch hier
Hoffen und hoffen wieder


untukmu yang pernah mencoba singgah di  hatiku
untukmu yang diam diam  menusukku
untukmu yang  membuat kenangan di ingatan dan hati ini
dan untukmu yang menyukai warna biru ini

cahayaku

senja adalah tema pertemuannya kali ini, tak ada awan yang dapat membendung kebahagiaannya. sang bulan kembali bersinar saat mendapati kembali cahayanya yang hilang, dan cahaya itu pun telah menemukan bulan yang cocok untuk bersanding bersamanya. cahaya yang pernah redup sebelumnya hingga menjadi kelam dan  menutupi keceriaan sang bulan.saat itulah proses pendekatan terjadi dimana perubahan kelam menjadi benderang.

 hingga suatu saat dengan kecepatan sang cahaya mendekati sang bulan,  sang cahaya membelokkan arahnya dan kembali menuju sang matahaari, cahaya yang sangat di nanti nantipun tak kunjung tiba, hingga sang bulan semakin redup akan penantiannya dan mati.


" saat kau ( cahaya) sedang berlari untuk menemuiku dia (matahari) seperti sumber dalam hidupmu yang tak bisa kau lepas, kau seperti bernapas karenanya, yang bisa membuatmu mati jika tanpanya, sedangkan aku (sang bulan) hanya sebuah tepat persinggahanmu, hanya sementara, yang hanya bisa menjadi sebuah hempasan napas yang tak kau butuhkan  atau hanya sebuah jeda dalam napasmu. "




untukmu yang akan menjadi cahayaku,
 dan kau yang menjadi mataharinya
dari aku  sang bulan yanng menanti cahaya  untuk hidup kembali